Alasan mengapa jangan bekerja terlalu keras?


Banyak yang menganggap bahwa generasi milenial adalah pemalas. generasi ini memiliki konsep bekerja yang berbeda dengan yang sebelumnya, karena mereka menilai 10 sampai 12 jam di kantor tidaklah produktif. generasi ini lebih memilih bekerja di kedai kopi, cafe, atau sejenisnya, karena mereka merasa jauh lebih merasa baik di tempat-tempat tersebut. generasi milenial hanya ingin dinilai berdasarkan hasil saja bukan dengan waktu dan tenaga yang mereka keluarkan. seperti dilansir dari livesgp.com liputan6.com merangkum beberapa alasan mengapa generasi ini menilai bekerja dengan santai, nyaman, dan efisien lebih produktif.

Pertama, bekerja dengan jam kerja panjang akan menurunkan produktivitas

bekerja dengan jam kerja panjang akan menurunkan produktivitas

Bekerja dari fajar hingga senja merupakan tradisi kerja yang tua dan lama. Penelitian yang dilakukan Henry Ford pada 1926, telah mengubah konsep bekerja dari konsep lama tersebut. Henry Ford mengubah waktu bekerja menjadi 8 jam sehari dan 5 hari dalam seminggu, yang membuat para pekerja lebih produktif. karena itu generasi milenial tidak anggap jam kerja sebagai indikator produktivitas seseorang.

Kedua, dipromosikan bukan karena jam kerja yang panjang

Saat anda berkarir promosi jabatan atau gaji mungkin jadi sesuatu yang dinantikan. banyak tulang yang tidak tahu bahwa jam kerja anda tidak jadi penuh itu akan mendapatkan promosi dari atasan. awalnya pemikiran tradisional mengatakan bahwa, jika saya bekerja keras hingga larut malam dan tetap sibuk, bos akan melihat sehingga promosi didapatkan. namun, pikiran tersebut keliru, karena pada kenyataannya seseorang yang mampu mengatur waktu dan cepat selesai jauh lebih punya kesempatan untuk dipromosikan.

Ketiga, adalah pandai memprioritaskan bukan hanya menjalankan

 anggapan tradisional mengungkapkan bahwa melakukan setiap permintaan dari atasan merupakan cara untuk mendapatkan promosi tetapi ternyata tidak sepenuhnya benar.  Generasi milenial lebih pandai memprioritaskan sesuatu ketimbang hanya menjalankanya saja. Warand bofe pernah berkata bahwa, perbedaan antara orang sukses dan sangat sukses adalah orang yang sangat sukses berani mengatakan tidak untuk banyak hal.

Keempat, adalah menolak ajakan waktu istirahat di kantor tidak membuat anda menganggumkan

menolak ajakan waktu istirahat di kantor tidak membuat anda menganggumkan

 Kami menyebutnya sebagai orang yang operasi oka holik Karena Mereka menolak untuk berpartisipasi dengan rekan kerja yang menawarkan istirahat dan makan siang bersama. generasi milenial nilai sikap tersebut malah keliru, karena hanya membuang-buang waktu di kantor. sedangkan kesempatan untuk mengelola urusan kerja jadi terbuang percuma. Selain itu beberapa contoh tokoh yang memanfaatkan waktu istirahat dan berhasil seperti, presiden Kennedy dan regan menggunakan waktu tersebut untuk tidur siang dan merasa jauh lebih produktif.

Kelima, adalah mengambil peran seorang diri

 generasi milenial justru menganggap banyak mengambil peran sendiri dalam pekerjaan hanya akan menguras energi dengan percuma kerjasama dan bekerja dalam tim jauh lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas. mulailah mempercayakan sesuatu kepada orang lain untuk mengerjakannya karena kemampuan bekerjasama dalam Tim menjadi penilaian tersendiri untuk atasan Anda.